Ananda Rey & Nylam,,,
Doa kami senantiasa mengalir nak, baik itu terucap maupun tidak,, Jadilah anak2 sholeh yg menjadi penyejuk mata dana kebanggaan umat muslim seluruh dunia nak...
Iya, seluruh dunia,, karena dunia membutuhan pahlawan2 muda seperti kalian,,
Jadilah pembela islam nak,, tegakkan agama Allah ini..
Anakku,,, Jika suatu saat kami menutup mata,, Jadilah imam dalam shalat terakhir kami nak..
Daun itu Aku...
"Daun terbang tanpa tiupan Angin, tapi karena Pohon tidak memintanya untuk tinggal"
Minggu, 20 Desember 2015
Andai mereka tahu, Rahasia Allah itu indah... (Teruntuk para saudaraku,, )
Dear saudaraku...
Maafkan jika kita tidak sependapat,, Maafkan jika pikiran kita tidak sejalan,, Saya bahagia.. Bahagia atas semua qadha dan qadar yg Allah takdirkan ini..
Biarkan lah kami dan keluarga kami menjalani hidup ini,, layak nya dirimu dan keluarga mu menjalankan hidup mu..
Nasehati kami jika kami lupa, ingatkan kami jika kami salah,
tolong jangan menceritakan aib2 kami..
Taukah dirimu,, Keburukan2 yg engkau ceritakan, jika itu benar maka cerita mu akan menjadi ghibah.. Jika itu tidak benar jatuh nya ke fitnah...
GHIBAH >>>>> “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan sakwa-sangka, karena sebagian dari sakwa-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?. .. (QS Al Hujurat : 12)
FITNAh >>>>> surah al-Hujuraat ayat 12 dengan jelas menghuraikan persoalan fitnah.
Saudara ku setiap saat kami berdoa kepada Allah...
"Ampuni dosa kami, tutupkan lah aib2 kami, Wafatkan kami dalam keadaan khusnul khotimah, Anugrahkan kami syurga mu yg terindah,, "
Saudaraku bantu kami agar kuat dengan sulitnya kehidupan ini... Bahkan Ayahnda Umar Bin Khattab R.A berkata.. “Tak masalah bagiku apapun kondisi yang terjadi, baik yang aku sukai ataupun yang tidak aku sukai. Sebab sesungguhnya aku tidak tahu apakah kebaikan itu ada dalam perkara yang aku sukai atau yang tidak aku sukai?” (Ibn Abi ad-Dunya’, Ash-Shabr wa ar-Ridha’, I/54).
Saudara ku,... Jalan hidup yang Allah gariskan untuk kita berbeda,, Apapun itu tujuan nya hanyalah mencari ridho Allah, Kalian mungkin berada di jalan tol yg mulus,, sementara kami kami dengan jalan yg sperti ini,, berada di jalan setapak yg naik dan turun, Jalan kami yg tidak bisa dilalui kendaraan membuat kami harus berjalan bergandengan sambil menikmati rumput liar yg menghijau disisi kiri dan kanan jalan...
Jika indah menurut kalian ada seperti pikiran kalian,, maka inilah yg indah menurut kami.. Biarkan kami bersandar pada imam kami,,, Tolong jangan terllau jauh mencampuri kehidupan pribadi kami..
Kami yg senantiasa belajar untuk menjadi yg terbaik,
Rahmat & Diana
Maafkan jika kita tidak sependapat,, Maafkan jika pikiran kita tidak sejalan,, Saya bahagia.. Bahagia atas semua qadha dan qadar yg Allah takdirkan ini..
Biarkan lah kami dan keluarga kami menjalani hidup ini,, layak nya dirimu dan keluarga mu menjalankan hidup mu..
Nasehati kami jika kami lupa, ingatkan kami jika kami salah,
tolong jangan menceritakan aib2 kami..
Taukah dirimu,, Keburukan2 yg engkau ceritakan, jika itu benar maka cerita mu akan menjadi ghibah.. Jika itu tidak benar jatuh nya ke fitnah...
GHIBAH >>>>> “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan sakwa-sangka, karena sebagian dari sakwa-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?. .. (QS Al Hujurat : 12)
FITNAh >>>>> surah al-Hujuraat ayat 12 dengan jelas menghuraikan persoalan fitnah.
"Wahai orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari sangkaan (supaya kamu tidak menyangka sangkaan yang dilarang) kerana sesungguhnya sebahagian dari sangkaan itu adalah dosa; dan janganlah kamu mengintip atau mencari-cari kesalahan dan keaiban orang; dan janganlah sesetengah kamu mengumpat sesetengahnya yang lain. Adakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? (jika demikian keadaan mengumpat) maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Oleh itu, patuhilah larangan-larangan yang tersebut) dan bertakwalah kamu kepada Allah; sesungguhnya Allah Penerima taubat lagi maha Pengasihani".
Saudara ku setiap saat kami berdoa kepada Allah...
"Ampuni dosa kami, tutupkan lah aib2 kami, Wafatkan kami dalam keadaan khusnul khotimah, Anugrahkan kami syurga mu yg terindah,, "
Saudaraku bantu kami agar kuat dengan sulitnya kehidupan ini... Bahkan Ayahnda Umar Bin Khattab R.A berkata.. “Tak masalah bagiku apapun kondisi yang terjadi, baik yang aku sukai ataupun yang tidak aku sukai. Sebab sesungguhnya aku tidak tahu apakah kebaikan itu ada dalam perkara yang aku sukai atau yang tidak aku sukai?” (Ibn Abi ad-Dunya’, Ash-Shabr wa ar-Ridha’, I/54).
Saudara ku,... Jalan hidup yang Allah gariskan untuk kita berbeda,, Apapun itu tujuan nya hanyalah mencari ridho Allah, Kalian mungkin berada di jalan tol yg mulus,, sementara kami kami dengan jalan yg sperti ini,, berada di jalan setapak yg naik dan turun, Jalan kami yg tidak bisa dilalui kendaraan membuat kami harus berjalan bergandengan sambil menikmati rumput liar yg menghijau disisi kiri dan kanan jalan...
Jika indah menurut kalian ada seperti pikiran kalian,, maka inilah yg indah menurut kami.. Biarkan kami bersandar pada imam kami,,, Tolong jangan terllau jauh mencampuri kehidupan pribadi kami..
Kami yg senantiasa belajar untuk menjadi yg terbaik,
Rahmat & Diana
:: Bersabarlah Wahai Ibu, Waktumu Hanya Sebentar ::
Anak bunda tersayang,, Barisan nasehat didalam sini bener2 menyadarkan bunda..
maafkan bunda untuk semua rasa ketidak sabaran ini...
:: Bersabarlah Wahai Ibu, Waktumu Hanya Sebentar ::
Bersabarlah wahai ibu, jika anakmu mengujimu…
dengan rumah yang tak pernah rapi
dengan ocehannya yang bertanya berulang-ulang hal yang ia suka
dengan manjanya
dengan aktifnya ia berjalan ke sana ke mari yang harus kau kejar dengan peluh
dengan gaya tutup mulutnya dari masakan yang kau buat....
dengan rumah yang tak pernah rapi
dengan ocehannya yang bertanya berulang-ulang hal yang ia suka
dengan manjanya
dengan aktifnya ia berjalan ke sana ke mari yang harus kau kejar dengan peluh
dengan gaya tutup mulutnya dari masakan yang kau buat....
Bersabarlah wahai ibu....
dengan 'perlengkapan' perang anak berupa sendok dan gunungan tanah di terasmu
dengan robekan majalah yang bertebaran serpihannya dan selipan di antara sofamu
dengan 'perlengkapan' perang anak berupa sendok dan gunungan tanah di terasmu
dengan robekan majalah yang bertebaran serpihannya dan selipan di antara sofamu
Dengan rasa percaya dirinya yang amat besar tak mau kau suapi walau belepotan
dengan pilah-pilihnya dia pada baju kesayanganya walau sudah kumal
dengan pilah-pilihnya dia pada baju kesayanganya walau sudah kumal
Dengan seabreg rutinitas mengobrak-abrik susunan buku di dalam rak bukumu...
Bersabarlah wahai ibu....
jangan kau buat luka yang tak pernah kering dengan bentakanmu
jangan kau pupuskan harapannya dengan merendahkan percobaanya, walau hasilnya berantakan, karena kurang sabarnya kau melihat ia berlatih menyuapi dirinya
jangan kau buat luka yang tak pernah kering dengan bentakanmu
jangan kau pupuskan harapannya dengan merendahkan percobaanya, walau hasilnya berantakan, karena kurang sabarnya kau melihat ia berlatih menyuapi dirinya
Jangan kau hambat perkembangan otaknya dengan ribuan larangan yang sebenarnya tak berbahaya bagi dirinya, hanya karena lelahnya kau rapikan peralatan percobaannya...
Bersabarlah wahai ibu....
Bersabarlah wahai ibu....
Jangan kau paksakan didikan generasimu diturunkan padanya, yang sejatinya masanya dan masamu jauh berbeda, begitu pula kebutuhannya dan kebutuhanmu kala itu berbeda
Jangan kau tanyakan kenapa dan kenapa terus menerus ketika ia melakukan kesalahan, karrna sejatinya ia tak mengerti kesalahan yang ia perbuat
Berlemah lembutlah dalam menegur kelalaiannya...
bukankah kelembutan menghasilkan kebaikan?
bukankah kelembutan menghasilkan kebaikan?
Bersabarlah wahai ibu....
belajarlah tak mengenal lelah dalam tahapan perkembangannya.
belajarlah tak mengenal lelah dalam tahapan perkembangannya.
Berjiwa besarlah wahai ibu, dalam menghadapi semua kekurangannya
Pecutlah semangat perbaikan akhlakmu yang kan menyelaraskan baiknya akhlak anakmu...
Luruskanlah dan perbaharuilah setiap niatmu dalam mendidik anak, yang kelak semoga mencetak generasi berikutnya menjadi lebih baik....
karena....
karena....
Tak terasa waktu bergulir amat cepat....
Putri manismu yang dulu selalu meminta digendong ke sana ke mari...
sampai - sampai memasakpun ia merajuk untuk digendong, karena penasarannya pada apa yang ada dalam kuali....
Putri manismu yang dulu selalu meminta digendong ke sana ke mari...
sampai - sampai memasakpun ia merajuk untuk digendong, karena penasarannya pada apa yang ada dalam kuali....
Tak terasa tau-tau ia sudah tumbuh dewasa dan menjadi seorang gadis yang tak bisa lagi kau gendong...
tak mau lagi kau ciumi dengan manja...
tak mau lagi kau ciumi dengan manja...
Tak memintamu lagi, untuk jalan-jalan sore, menatap daun-daun kekuningan dengan sepeda mininya lagi...
Tak bisa lagi kau ciumi wangi keringat di pagi harinya....
Ya! kini ia sudah jauuuhhh di depanmu....
Tak terasa waktu bergulir amat cepat....
Putra kecilmu yang dulu selalu meminta mainan baru
yang setiap pagi, seusai mandi, mengeluarkan pritilan robot robotan yang tak terbilang banyaknya di lantai ruang mainnya yang sudah kau rapikan....
Ya! kini ia sudah jauuuhhh di depanmu....
Tak terasa waktu bergulir amat cepat....
Putra kecilmu yang dulu selalu meminta mainan baru
yang setiap pagi, seusai mandi, mengeluarkan pritilan robot robotan yang tak terbilang banyaknya di lantai ruang mainnya yang sudah kau rapikan....
Yang kadang merengek sesenggukan meminta main hujan-hujanan....
Yang dengan wajah 'sandiwara' nya memerankan jagoan kesukaannya sambil tertawa...
Kini....
Ia tak bisa lagi kau gendong...
Ia tak mau lagi kau ajak bermain kucing-kucingan...
Ia tak mampu lagi kau jewer telinganya, karena tak mendengar titahmu...
Ia tak bisa lagi kau gendong...
Ia tak mau lagi kau ajak bermain kucing-kucingan...
Ia tak mampu lagi kau jewer telinganya, karena tak mendengar titahmu...
Kini ia sudah dewasa, suaranya sudah berat dan dadanya tegap....
Ukirlah masa indah mereka dengan segunung kesabaranmu, karena masa-masa indah itu hanya sebentar, sebagaimana sebentarnya matahari terbenam di waktu senja....
Sumber: furzahra.wordpress.com
Please Like and Share
Please Like and Share
Copas dari : https://www.facebook.com/septianti.selayar/posts/896384090458049
Rabu, 26 Maret 2014
Rasa sakit ini,,,,
Dear anakku,,, Buah Hatiku,,,
Rasa sakit ini sungguh membuat bunda sedih
Sedih andai Allah memanggil Bunda lebih cepat...
Meski setiap saat setiap shalat Bunda berdoa
Semoga diberi umur panjang untuk mendampingi
kehidupan kalian yang penuh warna..
Anakku Sayang...
Tak terbendung airmata bunda saat ini,,,
Tak mampu lagi Bunda mengurai untaian kata
yang berbaris rapi di kepala,,
Anakku Tercinta..
Hidup ini penuh perjuangan,,,
Bunda tahu anak2 bunda adalah anak yang terhebat,,
Bunda yakin kalian mampu melewati perjuangan
didunia yang Maha HEbat ini...
Pesan Bunda... Hidup lah di Jalan ALLAH,,
Hanya Dia-Lah Sebaik2 nya...
With Luv,
Bunda
Rasa sakit ini sungguh membuat bunda sedih
Sedih andai Allah memanggil Bunda lebih cepat...
Meski setiap saat setiap shalat Bunda berdoa
Semoga diberi umur panjang untuk mendampingi
kehidupan kalian yang penuh warna..
Anakku Sayang...
Tak terbendung airmata bunda saat ini,,,
Tak mampu lagi Bunda mengurai untaian kata
yang berbaris rapi di kepala,,
Anakku Tercinta..
Hidup ini penuh perjuangan,,,
Bunda tahu anak2 bunda adalah anak yang terhebat,,
Bunda yakin kalian mampu melewati perjuangan
didunia yang Maha HEbat ini...
Pesan Bunda... Hidup lah di Jalan ALLAH,,
Hanya Dia-Lah Sebaik2 nya...
With Luv,
Bunda
Dedicate to my Pretty Little Girls, Nylam Agyllia Permata Azradi...
Dear buah hati Bunda,,,
Selalu ingat pesan yang terkandung dari kisah ini...
Andai bunda tak mampu menapaki jalan berkerikil ini bersama2..
Bunda yakin anak bunda adalah anak yang terhebat
Bunda, 26 Maret 2014
Joanna Francis
adalah seorang penulis dan wartawan asal AS. Dalam situs Crescent and
the Cross, perempuan yang menganut agama Kristen itu menuliskan ungkapan
hatinya tentang kekagumannya pada perempuan-perempuan Muslim di Libanon
saat negara itu diserang oleh Israel dalam perang tahun 2006 lalu.
SUMBER :
http://un2kmu.wordpress.com/2010/04/15/joanna-francis-wahai-muslimah-aku-iri-terhadap-kalian/
Selalu ingat pesan yang terkandung dari kisah ini...
Andai bunda tak mampu menapaki jalan berkerikil ini bersama2..
Bunda yakin anak bunda adalah anak yang terhebat
Bunda, 26 Maret 2014
Sebuah e-mail dari Ibnu Mu’min Al-Barantiy
Apa yang
ditulis Francis, meski ditujukan pada para Muslimah di Libanon, bisa
menjadi cermin dan semangat bagi para Muslimah dimanapun untuk bangga
akan identitasnya menjadi seorang perempuan Muslim, apalagi di tengah
kehidupan modern dan derasnya pengaruh budaya Barat yang bisa melemahkan
keyakinan dan keteguhan seorang Muslimah untuk tetap mengikuti
cara-cara hidup yang diajarkan Islam.
Karena di luar
sana, banyak kaum perempuan lain yang iri melihat kehidupan dan
kepribadian para perempuan Muslim yang masih teguh memegang
ajaran-ajaran agamanya. Inilah ungkapan kekaguman Francis sekaligus
pesan yang disampaikannya untuk perempuan-perempuan Muslim dalam
tulisannya bertajuk “Kepada Saudariku Para Muslimah”;
Ditengah serangan Israel
ke Libanon dan “perang melawan teror” yang dipropagandakan Zionis,
dunia Islam kini menjadi pusat perhatian di setiap rumah di AS.
Aku
menyaksikan pembantaian, kematian dan kehancuran yang menimpa rakyat
Libanon, tapi aku juga melihat sesuatu yang lain; Aku melihat kalian
(para muslimah). Aku menyaksikan perempuan-perempuan yang membawa bayi
atau anak-anak yang mengelilingin mereka. Aku menyaksikan bahwa meski
mereka mengenakan pakaian yang sederhana, kecantikan mereka tetap
terpancar dan kecantikan itu bukan sekedar kecantikan fisik semata.
Aku
merasakan sesuatu yang aneh dalam diriku; aku merasa iri. Aku merasa
gundah melihat kengerian dan kejahatan perang yang dialami rakyat
Libanon, mereka menjadi target musuh bersama kita. Tapi aku tidak bisa
memungkiri kekagumanku melihat ketegaran, kecantikan, kesopanan dan yang
paling penting kebahagian yang tetap terpancar dari wajah kalian.
Kelihatannya
aneh, tapi itulah yang terjadi padaku, bahkan di tengah serangan bom
yang terus menerus, kalian tetap terlihat lebih bahagia dari kami (
perempuan AS) di sini karena kalian menjalani kehidupan yang alamiah
sebagai perempuan. Di Barat, kaum
perempuan juga menjalami kehidupan seperti itu sampai era tahun
1960-an, lalu kami juga dibombardir dengan musuh yang sama. Hanya saja,
kami tidak dibombardir dengan amunisi, tapi oleh tipu muslihat dan
korupsi moral.
Perangkap Setan
Mereka membombardir kami, rakyat Amerika dari Hollywood dan bukan dari jet-jet tempur atau tank-tank buatan Amerika.
Mereka juga ingin membombardir kalian dengan cara yang sama, setelah mereka menghancurkan infrastruktur negara kalian. Aku tidak ingin ini
terjadi pada kalian. Kalian akan direndahkan seperti yang kami alami.
Kalian dapat menghinda dari bombardir semacam itu jika kalian mau
mendengarkan sebagian dari kami yang telah menjadi korban serius dari pengaruh jahat mereka.
Apa yang kalian lihat dan keluar dari Hollywood
adalah sebuah paket kebohongan dan penyimpangan realitas. Hollywood
menampilkan seks bebas sebagai sebuah bentuk rekreasi yang tidak
berbahaya karena tujuan mereka sebenarnya adalah menghancurkan
nilai-nilai moral di masyarakat melalui program-program beracun mereka.
Aku mohon kalian untuk tidak minum racun mereka.
Karena
begitu kalian mengkonsumsi racun-racun itu, tidak ada obat penawarnya.
Kalian mungkin bisa sembuh sebagian, tapi kalian tidak akan pernah
menjadi orang yang sama. Jadi, lebih baik kalian menghindarinya sama
sekali daripada nanti harus menyembuhkan kerusakan yang diakibatkan oleh
racun-racun itu.
Mereka akan
menggoda kalian dengan film dan video-video musik yang merangsang,
memberi gambaran palsu bahwa kaum perempuan di AS senang, puas dan
bangga berpakaian seperti pelacur serta nyaman hidup tanpa keluarga.
Percayalah, sebagian besar dari kami tidak bahagia.
Jutaan kaum
perempuan Barat bergantung pada obat-obatan anti-depresi, membenci
pekerjaan mereka dan menangis sepanjang malam karena perilaku kaum
lelaki yang mengungkapkan cinta, tapi kemudian dengan rakus memanfaatkan
mereka lalu pergi begitu saja. Orang-orang seperti di Hollywood hanya
ingin menghancurkan keluarga dan meyakinkan kaum perempuan agar mau
tidak punya banyak anak.
Mereka
mempengaruhi dengan cara menampilkan perkawinan sebagai bentuk
perbudakan, menjadi seorang ibu adalah sebuah kutukan, menjalani
kehidupan yang fitri dan sederhana adalah sesuatu yang usang.
Orang-orang seperti itu menginginkan kalian merendahkan diri kalian
sendiri dan kehilangan imam. Ibarat ular yang menggoda Adam dan Hawa
agar memakan buah terlarang. Mereka tidak menggigit tapi mempengaruhi
pikiran kalian.
Aku melihat
para Muslimah seperti batu permata yang berharga, emas murni dan mutiara
yang tak ternilai harganya. Alkitab juga sebenarnya mengajarkan agar
kaum perempuan menjaga kesuciannya, tapi banyak kaum perempuan di Barat
yang telah tertipu.
Model
pakaian yang dibuat para perancang Barat dibuat untuk mencoba meyakinkan
kalian bahwa asset kalian yang paling berharga adalah seksualitas. Tapi
gaun dan kerudung yang dikenakan para perempuan Muslim
lebih “seksi” daripada model pakaian Barat, karena busana itu
menyelubungi kalian sehingga terlihat seperti sebuah “misteri” dan
menunjukkan harga diri serta kepercayaan diri para muslimah.
Seksualiatas
seorang perempuan harus dijaga dari mata orang-orang yang tidak layak,
karena hal itu hanya akan diberikan pada laki-laki yang mencintai dan
menghormati perempuan, dan cukup pantas untuk menikah dengan kalian. Dan
karena lelaki di kalangan Muslim adalah lelaki yang bersikap jantan,
mereka berhak mendapatkan yang terbaik dari kaum perempuannya.
Tidak
seperti lelaki kami di Barat, mereka tidak kenal nilai sebuah mutiara
yang berharga, mereka lebih memilih kilau berlian imitasi sebagai
gantinya dan pada akhirnya bertujuan untuk membuangnya juga.
Modal yang
paling berharga dari para muslimah adalah kecantikan batin kalian,
keluguan dan segala sesuatu yang membentuk diri kalian. Tapi saya
perhatikan banyak juga muslimah yang mencoba mendobrak batas dan
berusaha menjadi seperti kaum perempuan di Barat, meski mereka
mengenakan kerudung.
Mengapa
kalian ingin meniru perempuan-perempuan yang telah menyesal atau akan
menyesal, yang telah kehilangan hal-hal paling berharga dalam hidupnya?
Tidak ada kompensasi atas kehilangan itu. Perempuan-perempuan Muslim
adalah berlian tanpa cacat. Jangan biarkan hal demikian menipu kalian,
untuk menjadi berlian imitasi. Karena semua yang kalian lihat di majalah
mode dan televisi Barat adalah dusta, perangkap setan, emas palsu.
Kami Butuh Kalian, Wahai Para Muslimah!
Aku akan
memberitahukan sebuah rahasia kecil, sekiranya kalian masih penasaran;
bahwa seks sebelum menikah sama sekali tidak ada hebatnya.
Kami
menyerahkan tubuh kami pada orang kami cintai, percaya bahwa itu adalah
cara untuk membuat orang itu mencintai kami dan akan menikah dengan
kami, seperti yang sering kalian lihat di televisi. Tapi sesungguhnya
hal itu sangat tidak menyenangkan, karena tidak ada jaminan akan adanya
perkawinan atau orang itu akan selalu bersama kita.
Itu adalah
sebuah Ironi! Sampah dan hanya akan membuat kita menyesal. Karena hanya
perempuan yang mampu memahami hati perempuan. Sesungguhnya perempuan
dimana saja sama, tidak peduli apa latar belakang ras, kebangsaan atau
agamanya.
Perasaan
seorang perempuan dimana-mana sama. Ingin memiliki sebuah keluarga dan
memberikan kenyamanan serta kekuatan pada orang-orang yang mereka
cintai. Tapi kami, perempuan Amerika, sudah tertipu dan percaya bahwa
kebahagiaan itu ketika kami memiliki karir dalam pekerjaan, memiliki
rumah sendiri dan hidup sendirian, bebas bercinta dengan siapa saja yang
disukai.
Sejatinya,
itu bukanlah kebebasan, bukan cinta. Hanya dalam sebuah ikatan
perkawinan yang bahagialah, hati dan tubuh seorang perempuan merasa aman
untuk mencintai.
Dosa tidak
akan memberikan kenikmatan, tapi akan selalu menipu kalian. Meski saya
sudah memulihkan kehormatan saya, tetap tidak tergantikan seperti
kehormatan saya semula.
Kami,
perempuan di Barat telah dicuci otak dan masuk dalam pemikiran bahwa
kalian, perempuan Muslim adalah kaum perempuan yang tertindas. Padahal
kamilah yang benar-benar tertindas, menjadi budak mode yang merendahkan
diri kami, terlalu resah dengan berat badan kami, mengemis cinta dari
orang-orang yang tidak bersikap dewasa.
Jauh di
dalam lubuk hati kami, kami sadar telah tertipu dan diam-diam kami
mengagumi para perempuan Muslim meski sebagaian dari kami tidak mau
mengakuinya. Tolong, jangan memandang rendah kami atau berpikir bahwa
kami menyukai semua itu. Karena hal itu tidak sepenuhnya kesalahan kami.
Sebagian
besar anak-anak di Barat, hidup tanpa orang tua atau hanya satu punya
orang tua saja ketika mereka masih membutuhkan bimbingan dan kasih
sayang. Keluarga-keluarga di Barat banyak yang hancur dan kalian tahu
siapa dibalik semua kehancuran ini. Oleh sebab itu, jangan sampai
tertipu saudari muslimahku, jangan biarkan budaya semacam itu
mempengaruhi kalian.
Tetaplah
menjaga kesucian dan kemurnian. Kami kaum perempuan Kristiani perlu
melihat bagaimana kehidupan seorang perempuan seharusnya. Kami
membutuhkan kalian, para Muslimah, sebagai contoh bagi kehidupan kami,
karena kami telah tersesat. Berpegang teguhlah pada kemurnian kalian
sebagai Muslimah dan berhati-hatilah!
SUMBER :
http://un2kmu.wordpress.com/2010/04/15/joanna-francis-wahai-muslimah-aku-iri-terhadap-kalian/
Minggu, 20 Oktober 2013
Saatnya NANGISSSSS.... :)
Langganan:
Postingan (Atom)



